Kepala Desa Dan warga Pangka Wetan Sisir Bengawan

0
535

Korban kecelakaan Jembatan Bayat Terus dilakukan pencarian.
Hingga hari ketiga pencarian korban kecelakaan di Jembatan Sembayat, Kecamatan Manyar, pada Selasa (15/1), sekitar pukul 11.00 WIB, belum diketemukan. Korban Bahrul Mustofa (18) adalah warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bungah.

Kepala desa (Kades) dan warga yang tinggal di bantaran dan muara sungai terpanjang di Pulau Jawa ini pun turun tangan ikut membantu pencarian.

Kades Pangkahwetan Syaifullah Mahdi bersama warganya ikut membantu mencari korban dengan menyusuri muara Bengan Solo. “Ini bentuk kepedulian kami ikut membantu sesama,” ujar Syaifullah Mahdi kepada media ini, Kamis (17/1)

Sandi, begitu panggilan akrabnya, mengaku akan bergabung dengan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gresik dan Polairud untuk membantu pencarian korban.”Tim kami akan menyusuri muara Bengawan Solo hingga Jembatan Sembayat tempat jatuhnya korban usai kecelakaan,” terangnya.

Ia berharap, dengan banyaknya tim yang mencari korban bisa segera diketemukan. “Saya bisa merasakan betapa sedih keluarga korban. Terutama orangtua melihat anaknya belum diketemukan,” pungkasnya.

Sementara Kepala BPBD Pemkab Gresik Tarso Sagito  menyatakan, telah menerjukan tim untuk mencari korban sejak jatuhnya korban dari Jembatan Sembayat padaSelasa (15/1). “Hingga saat ini teman-teman terus membantu pencarian,” katanya.

Tarso mengaku telah memerintahkan anak buahnya agar jangan memaksakan diri untuk mencari korban di luar standard operating procedure (SOP). Kalau sudah malam dan pencarian harus dihentikan sesuai SOP harus berhenti.”Jangan dipaksakan dan bertugas di luar SOP. Sebab, bisa membahayakan diri sendiri,” sambungnya.

Ia juga berharap korban cepat bisa diketemukan dan diserahkan kepada keluarganya. ” BPBD akan berupaya maksimal untuk menemukan korban. Mohon bantuan doanya,” pungkas mantan asisten III Setda Gresik ini. (Yons)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here